by

Pemko dan BP Batam Wacanakan Penghapusan UWTO

Batam (netrakepri.com) – Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam akan kembali membahas Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang menjadi polemik di Kota Batam. Dalam pembahasan nantinya diwacanakan UWTO akan dihapus.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sempat melontarkan pernyataan penghapusan UWTO kepada dirinya.

“Pak Lukita pernah bilang, apa UWTO itu dihapuskan saja,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara silahturami Kepala BP Batam dengan stakeholder, para pelaku usaha dan tokoh masyarakat di Harbour Bay, Rabu (25/10/2017).

Sayangnya Rudi masih enggan berkomentar banyak mengenai wacana tersebut. “Belum bisa dijawab sekarang,” katanya seperti dilansir antarakepri.com, Rabu (25/10/2017).

Senada dengan Rudi, Lukita Dinarsyah Tuwo juga tidak mau berkomentar terkait wacana penghapusan UWTO itu. “Nanti kita jawab,” elak Lukita.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, Asnaedi menjelaskan pihaknya sudah mengukur 16.269 kavling perumahan yang sudah ditempati masyarakat.

“Itu sudah kita ukur di seluruh kecamatan di Batam,” katanya.

Asnaedi mengatakan pihaknya memperpanjang waktu pengukuran hingga 24 Desember mendatang. “Pengukurannya gratis,” ujar Asnaedi.

Menurutnya, animo masyarakat agar petugas BPN mengukur luas bangunan milik mereka sangat tinggi.

Namun, warga masih kesulitan untuk membayar UWTO. Hal itu lanjutnya mengakibatkan sampai saat ini hanya 4.832 sertifikat saja yang bisa dikeluarkan.

“Masalahnya, banyak yang belum bayar UWTO,” kata dia. Padahal, lanjut Asnaedi, pada 2017 ini, pihaknya memiliki target untuk menerbitkan 15 ribu sertifikat kavling.

Guna mengatasi hal tersebut, Asnaedi berencana bertemu dengan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo. “Saya akan konsultasi ke BP Batam, kalau bisa dibebaskan saja UWTOnya. Tapi bersyarat,” kata dia.

Asnaedi menyatakan syarat yang dimaksud adalah apabila pemilik kavling ingin menjual kavlingnya wajib membayarkan UWTO terlebih dahulu.

“Jika belum tidak bisa dijual,” pungkasnya.(is/ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed