by

Peredaran Cairan Rokok Elektrik Akan Dibatasi

Kementerian Perdagangan mengatur peredaran cairan rokok elektrik (vape). Pengaturan ini untuk mengontrol penggunaannya agar mengikuti standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, cairan rokok elektrik yang dijual seharusnya mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM). Selain itu, cairan rokok elektrik juga harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

‎”Jadi aturan ini mengenai pembatasan. Baru bisa keluar atau beredar kalau ada rekomendasi dari Kemenkes, SNI dan BPOM,” kata Enggartiasto, di Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Cara tersebut untuk memastikan cairan rokok elektrik sebelum diedarkan ke masyarakat telah memenuhi standar kesehatan. Pembatasan ini berlaku untuk semua cairan rokok elektrik, baik produk lokal maupun impor.

“Kita mau tahu dulu ini sehat atau tidak. Jadi yang menentukan sehat atau tidak BPOM,” ujarnya.

Enggartiasto mengakui, selama ini peredaran rokok elektrik dan semua komponen rokok elektrik sangat bebas. Karena itu, Kementerian Perdagangan selaku pihak yang berwenang mengontrol perdagangan akan melakukan ‎pembatasan.

“Selama ini semua bebas dan tidak diatur sama saya di perdagangan. Kita sekarang tidak tahu isinya itu tiba-tiba dimasukin zat berbahaya, kan repot,” tutup Enggartiasto. (l6)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed