by

Program Pemberdayaan Masyarakat Ditingkatkan

Batam (netrakepri.com) – Pemerintah Kota Batam meningkatkan program pemberdayaan masyarakat untuk mengantisipasi banyaknya pengangguran dan menurunnya daya beli masyarakat di tengah pelemahan pertumbuhan ekonomi kota.

“Sebagai antisipasi pengangguran dan menurunnya daya beli masyarakat, maka Pemkot Batam meningkatkan program pemberdayaan masyarakat,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah, antara lain Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK), subsidi bahan kebutuhan pokok, dan bazar sembako murah.

Dikatakannya, dalam program PIK, Pemko Batam menganggarkan Rp1,1 miliar untuk setiap kelurahan yang dapat digunakan untuk pembiayaan pembangunan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kelurahan.

Baca juga :  Pemko Batam Belum Pastikan Bantuan Hukum untuk Dendi

Dalam program itu, pemerintah melibatkan masyarakat untuk turut bekerja dalam proyek di masing-masing kelurahan, sehingga diharapkan dapat memberikan pekerjaan kepada masyarakat.

“Program PIK secara nyata telah berhasil mewujudkan pemerataan dan percepatan pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam skala lingkungan terutama semenisasi jalan,” kata dia seperti dilansir antarakepri.com, Kamis (20/12).

Sedangkan subsidi bahan kebutuhan pokok dan bazar sembako murah dilakukan pemerintah dua kali dalam setahun untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya menjelang Hari Raya Idul Fitri dan pergantian tahun.

Baca juga :  Ini Type Rumah Pilihan Para Milenial

“Subsidi dan bazar sembako murah merupakan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok yang terjangkau dan sekaligus menekan laju pertumbuhan inflasi daerah,” kata Wali Kota.

Ia menyatakan pemerintah mengupayakan meningkatkan alokasi anggaran pemberdayaan masyarakat tersebut secara bertahap setiap tahun. Jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Pemko Batam terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota yang belum kunjung membaik.

Wali Kota mengatakan, di awal kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Amsakar Achmad pada 2016, pertumbuhan ekonomi kota mengalami perlambatan akibat krisis ekonomi dunia. Pada 2016, ekonomi Batam hanya tumbuh 5,43 persen dan kemudian merosot menjadi 2,19 persen pada tahun 2017.

Baca juga :  Marlin Bangga Milenial Mulai Tertarik Membatik

Kala itu, banyak perusahan industri dan galangan kapal berhenti beroperasi dan merumahkan karyawannya, sehingga angka pengangguran meningkat. Daya beli masyarakatpun menurun hingga perperputaran ekonomi Batam melemah.

“Kondisi ini tentu saja sangat memukul dan menjadi keprihatinan kita semua. Karenanya selaku pimpinan daerah kami harus mengambil langkah cepat untuk melakukan `recovery` ekonomi dan mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan sebagai dampak ekonomi dimaksud,” kata dia. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed