by

PUJK Wajib Siapkan Layanan Aduan

Batam (netrakepri.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menyiapkan unit pelayanan pengaduan, sebagai wadah penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen.

“Kebijakan ini berlaku Maret 2019,” kata Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pelayanan Konsumen OJK RI, Franky Maruli Wijaya.

Kebijakan itu sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 18/POJK.07/2018 tentang Layanan Pengaduan Konsumen di Sektor Jasa. Ia mengatakan kebijakan yang mengharuskan seluruh PUJK memiliki layanan aduan bukanlah hal yang baru, karena sebelumnya diatur dalam surat edaran. POJK itu untuk menegaskan kebijakan lama demi melindungi konsumen.

Baca juga :  Pemko Batam Cari 73 Relawan Tenaga Medis

“Kami sadar layanan pengaduan itu penting. Salah satu ukuran konsumen percaya terhadap produk layanan,” kata dia seperti dilansir antarakepri.com, Kamis (24/1).

Menurut dia, bila terdapat layanan aduan konsumen yang memadai, maka tingkat kepercayaan konsumen kepada produk dan jasa keuangan juga meningkat.

“Ketika tingkat kepercayaan tinggi, banyak yang percaya dan menggunakan produk layanan,” kata dia.

Baca juga :  Ikatan Alumni SMAN 4 Batam Gelar Halal Bi Halal dan Raker

Meski OJK mewajibkan keberadaan layanan pengaduan, lembaga itu tidak memberikan sanksi khusus kepada PUJK yang mengabaikan kebijakan itu.

Namun, ia mengatakan, dalam beberawa waktu ke depan, OJK akan melakukan pemeriksaan terhadap kepatuhan konsumen demi memastikan seluruh kebijakan dijalankan.

Sementara, perwakilan Kantor OJK Kepri, Adim Imaduddin mengatakan hampir seluruh PUJK di Kepri sudah mematuhi aturan dengan menyiapkan unit layanan aduan.

“PUJK yang berkantor pusat di Kepri, ada 45 BPR dan BPRS, serta 1 pegadaian swasta. Hampir semuanya sudah memiliki fungsi pengaduan konsumen,” kata dia.

Baca juga :  Paket Arisan Bertema Outdoor di HARRIS Resort Barelang

Ia mengatakan, tidak semua aduan yang disampaikan konsumen ditembuskan ke OJK. Namun dari seluruh aduan yang sampai ke OJK, kebanyakan terkait kredit macet.

Dari seluruh pengaduan yang masuk, tidak seluruhnya dilanjutkan, karena tidak masuk ranah OJK, dilihat dari kerugian materiil yang diakibatkan.

“Sampai sejauh ini, seluruh pengaduan 2018 sudah diselesaikan,” kata dia. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed