by

Saat Pandemi, Ada 4 Syarat Tempat Wisata Aman Dikunjungi

Di tengah pandemi saat ini, banyak tempat wisata sudah mulai kembali beroperasi demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini seiring keinginan masyarakat untuk bisa berekreasi di tengah kepenatan pandemi ini.

Beberapa tempat wisata termasuk hotel dan restoran sudah mulai buka dengan menerapkan rekayasa protokol kesehatan untuk cegah covid-19.

Rasa kekhawatiran bagi para pengunjung tempat wisata pun bisa dihilangkan dengan adanya kebijakan label Indonesia Care (I Do Care) yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf.

Baca juga :  Perancang Busana Batam, Natasya Rofalina (NR) Terpilih Tampilkan Karyanya dalam Miss Tourism Worldwide 2019

Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI, Frans Teguh mengatakan label tersebut bisa didapatkan dengan 4 kunci yakni kebersihan, keselamatan, kesehatan, dan kelestarian.

“Untuk mendapatkan Indonesia care labeling, tentu konsepnya adalah recognition, kita memastikan restoran tersebut, rumah makan tersebut atau hotel tersebut sudah benar-benar menerapkan indikator atau dimensi dari 4K kebersihan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan,” ujar Frans Teguh dalam Talkshow Virtual Indonesia Care, Selasa (25/8/2020) lalu.

Baca juga :  Ini Jadwal 16 Besar Liga Champion

Indikator itu juga saling berkaitan dengan protokol yang sudah ditetapkan oleh pihak Kemenkes RI. Standar tersebut juga akan dinilai oleh tim dari Kemenparekraf setelah adanya pengajuan dari pihak pengelola tempat wisata.

“Jadi kita verifikasi melalui ceklis kalau dia sudah memenuhi standar dari kemenkes, panduan dari handbook yang dikuatkan, saya kira selayaknya hotel dan rumah makan tersebut akan mendapatkan labeling,” tambah Frans.

Dengan adanya label tersebut, maka pengunjung bisa merasa aman agar terlindungi dari penularan covid-19.

Baca juga :  Transaksi Nontunai Gaya Hidup Masa Kini

Tak hanya itu, indikator tersebut juga menguntungkan bagi pihak pengelola destinasi wisata lantaran para staff bisa terbebas dari penyakit dan tentu meningkatkan besarnya pemasukan bisnis.

“Tentu ada mekanismenya, ada bisnis prosesnya, karena kalau kita berikan itu secara elegan dengan kualitas branding yang kuat saya kira menjanjikan promise sebuah trust (kepercayaan konsumen),” tegas Frans.*

(sumber: viva.co.id)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed