by

Studi Ungkap Pria Lebih Jarang Cuci Tangan

Ketika wabah virus corona menjangkiti banyak negara, budaya mencuci tangan masif dianjurkan. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Sebuah studi menyebut pria disebut lebih rentan terinfeksi virus corona (Covid-19) karena lebih jarang mencuci tangan dibandingkan perempuan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyebut dalam laporan mereka, Handwashing: A corporate activity, perempuan lebih sering mencuci tangan dibandingkan dengan pria.

“Hanya 31 persen pria dan 65 persen wanita yang rajin mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum,” demikian keterangan mereka, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (8/3).

Penemuan ini kemudian mendorong sebuah perpustakaan di Inggris untuk semakin memperingatkan pengunjung mereka terkait pentingnya mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum. Mereka pun menambahkan beberapa poster peringatan di toilet demi meningkatkan kesadaran para pengunjung khususnya pria.

Peringatan perpustakaan tersebut juga muncul setelah seorang penulis Inggris menyampaikan keluhannya di Twitter, terkait kelengahan ‘pria’ Inggris ‘berpendidikan’ dalam mencuci tangannya setelah keluar dari toilet.

“Kami telah menambah jumlah poster di toilet umum, sehingga pengunjung dapat teringat akan pentingnya kebersihan dengan mencuci tangan,” ungkap seorang juru bicara perpustakaan.

Selain itu, sebuah penelitian Universitas Michigan pada 2013 meneliti sekitar empat ribu pengguna toilet di sekitar Lansing Timur, Michigan.

Para peneliti mengungkapkan kalangan perempuan lebih sering mencuci tangan mereka menggunakan sabun. Durasi mencuci tangan mereka pun lebih lama dibandingkan dengan kaum pria.

Berdasarkan penelitian tersebut, sebanyak 14,6 persen pria bahkan tidak mencuci tangannya sama sekali. Sementara, 35,1 persen mencuci tangannya, namun tidak menggunakan sabun.*

(sumber: cnnindonesia.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed