by

TK s.d SMP di Batam Sudah Boleh Belajar Tatap Muka, Tapi Penuhi Syarat Ini

Setelah sekolah daerah hinterland dibolehkan untuk melakukan belajar tatap muka pada awal 2021 mendatang, kini Pemerintah Kota Batam juga mengizinkan sekolah dari TK hingga SMP sederajat di mainland Kota Batam untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, sekolah di mainland akan diberikan izin pembelajaran tatap muka setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

Yakni tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

“Silahkan pelajari dan ikuti syarat di dalam SKB 4 menteri ini. Jika mau gelar pembelajaran tatap muka silahkan ajukan,” ucap Rudi saat rapat bersama kepala sekolah khusus se-Kota Batam khusus wilayah mainland, Selasa (29/12/2020) seperti dilansir media di Batam.

Baca juga :  Pasar Induk Jodoh Akan Dibersihkan

Disampaikan Rudi, sekolah-sekolah di mainland akan urus izin ke Dinas Pendidikan (Disdik).

“Tentu nanti ada kesepakatan memenuhi persyaratan. Jika persyaratan tidak terpenuhi, ya, kami tidak izinkan atau ditutup kembali,” ungkapnya.

Sementar itu, Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan menjelaskan, setelah mendapat persetujuan kepala daerah, selanjutnya sekolah akan menggelar rapat dengan komite sekolah.

Jika disepakati komite sekolah, pihak sekolah akan meminta persetujuan setiap wali murid, yang menyetujui akan menandatangani surat pernyataan.

Baca juga :  Semangat yang Perlu Dijaga Usai Ramadhan

“Bagi yang tidak setuju, anaknya tetap akan belajar dengan sistem jarak jauh atau daring,” ucap Hendri.

Lanjutnya, SKB 4 menteri yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah atau yayasan untu mengelar pembelajaran tatap muka ada 6 syarat.

Pertama, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan layak adanya sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer disinfektan.

Kedua, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan untuk menindaklanjuti seandainya ada hal yang tidak diinginkan. Ketiga, kesiapan menerapkan wajib masker. Keempat, memiliki thermogun atau pengukur suhu. Kelima, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid. Keenam, mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.

Baca juga :  Aston Batam Hotel & Residence Akan Gelar Earth Hours

Hal lain yang harus dilaksanakan saat pembelajaran tatap muka dilakukan seperti kondisi kelas, yakni, antarkursi harus berjarak 1,5 meter, PAUD dan TK hanya diizinkan maksimal lima anak per kelas sedangkan SD dan SMP sederajat maksimal 18 siswa per kelas.

“Yang di hinterland tidak perlu lagi izin ke Disdik, kami suruh buka semua. Kalau mainland kami beri pilihan atau dikembalikan ke sekolah atau yayasan yang bersangkutan,” imbuhnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed