by

Tottenham atau Liverpool yang Terbaik di Eropa

  • Final Liga Champions

Siapa yang terbaik di Eropa? Inilah yang dinantikan dalam final Liga Champions 2018/19 yang mempertemukan dua klub Inggris, Tottenham melawan Liverpool.

Ini merupakan final Liga Champions kedua yang mempertemukan sesama tim Inggris. Pertandingan ini bakal berlangsung di Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB.

Sebelumnya, ada Manchester United yang bersua Chelsea di final Liga Champions musim 2008/09. Dalam pertandingan yang berlangsung di Luzhniki Stadium, Rusia. MU berhasil merebut juara saat itu.

Tottenham Hospur dan Liverpool bisa tampil di final karena penampilan spartan mereka di leg kedua semifinal Liga Champions. Spurs yang sempat kalah 0-1 di leg pertama, malah berhasil menang 3-2 atas Ajax Amsterdam. Tim asuhan Mauricio Pochettino itu pun lolos ke final dengan keunggulan gol tandang.

Sedangkan Liverpool berhasil menang 4-0 atas Barcelona di Anfield Stadium pada leg kedua babak semifinal. Padahal, Sadio Mane dan kawan-kawan sempat kalah 0-3 di kandang Barcelona.

Jelang final, Liverpool harus kehilangan salah satu pilarnya di lini tengah. Naby Keita harus absen di partai puncak. Keita menderita cedera saat menjalani pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions kontra Barcelona di Camp Nou. Namun, Roberto Firmino sudah bugar dan bisa diturunkan Liverpool saat laga final.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengonfirmasi absennya Keita saat melawan Tottenham nanti. Pemain berusia 24 tahun itu

“Tidak ada peluang bagi Naby,” ujar Klopp, mengenai kemungkinan Keita turun di Wanda Metropolitano, Madrid.

Namun, nama Keita masuk dalam daftar 25 pemain Timnas Guinea untuk Piala Afrika bulan depan. Klopp mengaku Keita sekarang dalam proses pemulihan.

“Dia (Keita) mengalami kemajuan dalam pemulihannya, tetapi kita akan melihat lagi bagaimana proses itu akan berhasil baginya untuk Piala Afrika, kita belum tahu itu.” ujar Klopp.

Sementara itu, Firmino telah kembali berlatih penuh pada pekan lalu di kamp pelatihan Liverpool di Marbella setelah pemain itu absen dalam tiga pertandingan, karena cedera otot dan Klopp senang dengan kemajuannya.

Sementara itu, Tottenham Hotspur punya satu tekad yakni main habis-habisan. Ini adalah final Liga Champions pertama Tottenham.

Jika dilihat dari pengalaman dan sejarah, Liverpool memang jauh lebih baik. Liverpool adalah pemilik lima gelar Liga Champions dan baru musim lalu tampil di final.

Musim lalu mereka menghadapi Real Madrid di partai puncak namun kalah 1-3. Bagi Liverpool, ini merupakan final kesembilan dalam sejarah mereka.

Gelandang Tottenham Christian Eriksen menantikan pertandingan yang sulit.

“Kami takkan berdiam diri. Kami bermimpi kami akan berdiri dengan trofi itu, itulah yang ada di pikiran kami. Tapi kami tahu itu takkan mudah,” ungkapnya dikutip BBC.

“Saya tiba di Spurs enam tahun lalu dan sudah menjadi perjalanan yang menanjak sejak saat itu. Kami sudah berada di empat besar untuk bertahun-tahun dan berada di Liga Champions. Akan jadi sebuah pernyataan jika bisa memenangi kompetisi ini.”

“Ini adalah sesuatu yang sangat spesial dan diimpikan oleh para pesepakbola. Saya ingin mendapatkan trofi itu di CV saya,” tandas Eriksen.*

(sumber: berbagai sumber)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed