by

Ujung Barelang akan Dialiri Listrik

Batam (netrakepri.com) – Bright PLN Batam meresmikan program Listrik Desa Barelang Terang pada, Selasa (20/8/2019) di Kelurahan Galang. Hal itu ditandai dengan penyalaan sambungan listrik untuk dua Desa di Kampung Baru dan Kampung Air Lingka secara simbolis di Kantor Lurah Kampung Baru, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Provinsi Kepri oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto, bersama Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam, Buyung Abdul Zalal, Lurah Kampung Baru, Lurah Galang Baru, Pereakilan Kecamatan Galang, Perwakilan Kota Batam, serta masyarakat setempat.

“Penyambungannya tidak hanya berhenti disini saja. Kedepan, akan tetap dan terus kami tingkatkan sehingga dapat mencapai seluruh pelosok desa,” ungkap Buyung Abdul Zalal dalam sambutannya.

“Untuk program yang akan datang, kami sudah membuat roadmap bersama institusi terkait untuk melistriki semua dusun. Mudah-mudahan dapat kita selesaikan di tahun 2020,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur listrik di mainland khususnya di Trans Barelang dimulai sejak Juni 2015 lalu. Agar daerah Barelang terang benderang, bright PLN Batam menarik jaringan sejauh 60 kilometer (KM) dari pembangkit di Panaran, dengan kondisi jaringan utamanya mencapai 12 KM dan 8 KM untuk jaringan yang masuk hingga pelosok desa. Hingga kini, setidaknya sudah ada sekitar 26 wilayah di Trans Barelang yang sudah menikmati listrik.

Sementara itu Plt. Gubernur Kepri Isdianto memberi apresiasi langkah yang sudah dilakukan bright PLN Batam dalam menerangi daerah pelosok di Batam.

“Kita berharap semua desa yang belum dialiri di Provinsi Kepri, nantinya bisa ikutan juga mendapatkan fasilitas seperti ini. Namun tentunya ini tugas dari PLN, bukan bright PLN Batam,” terangnya.

Isdianto yakin perekonomian daerah ini akan semakin baik dengan pasokan listrik 24 jam. Dulu, aktivitas yang membutuhkan listrik hanya bisa didapat selama enam jam.

“Sekarang, alhamdulillah hingga tengah malam masih bisa berusaha dan melakukan aktivitas ekonomi lainnya,” kata Isdianto.

Masyarakat Kampung Baru dan Air Lingka menyambut gembira program tersebut.

“Kami bersyukur adanya program listrik desa selama 24 jam ini. Sebelumnya, kami hanya bisa menikmati aliran listrik dari pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, itu pun menggunakan genset,” terang Emi, Salah satu warga Kampung Baru.

Ia juga mengatakan, dengan hadirnya listrik pedesaan ini secara tidak langsung membantu masyarakat dalam berbagai hal. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed