by

Untuk Raih 17 Juta Wisman pada 2018, Kemenpar RI Keluarkan Tiga Program

Batam (netrakepri.com) – Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kedua pada Juli 2018 lalu, Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, menetapkan tiga program marketing khusus untuk mengejar 17 juta kunjungan wisman pada 2018.

Program pertama, insentif kepada airlines dan wholesaler. Program ini bertujan untuk mengejar pertumbuhan.
Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, Guntur Sakti, di Radisson Golf & Convention Center Batam, Jumat (31/8/2018), mengungkapkan, 75% wisman ke Indonesia melalui konektivitas udara (airlines) baik regular maupun chartered flight.

“Selain itu, pola pembelian paket wisata ke Indonesia dilakukan melalui wholesaler dan retailers. Pada pasar-pasar tertentu, pembelian paket wisata melalui wholesaler sangat dominan, sehingga meningkatkan kerjasama promosi terpadu pada kedua mitra merupakan hal yang sangat strategis. Melalui kerjasama ini dilakukan promosi terpadu dilaksanakan bersama-sama dalam bentuk sales mission, trade show, festival, Fam Trip, publikasi dan pemberian insentif,” ujar Guntur.

Program kedua, yakni ViWI, Visit Wonderful Indonesia-Hot Deals. Program ini, ujar Guntur, sebagai upaya mengoptimalkan kapasitas yang menganggur atau optimizing idle capacity.

“Hotl Deals dengan kata lain less for more tourism ini dilaksanakan untuk ‘mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai’ (idle capacity). Ketika idle capacity pada faktor 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) digabungkan dan dimanfaatkan dalam sebuah platform, maka akan tersedia layanan turisme yang mudah dan murah, sehingga menjadi hal yang attractive dan competitive dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.”

Program Hot Deals ini, lanjutnya, dilakukan di tiga pintu utama bagi kunjungan wisman yaitu Great Bali yang memberikan kontribusi wisman sebesar 40%, Great Jakarta 30%, dan Great Kepri 20%. Dengan paket Hot Deals Kepri, Paket Hot Deals Bali dan Paket Hot Deals Jakarta diharapkan dapat mengejar target kunjungan wisman sebesar 2,5 juta di tahun 2018.

Guntur Sakti menerangkan, untuk menangani masing-masing paket Hot Deals telah ditunjuk Organizing Committee (OC) untuk mengelola termasuk melakukan monitoring dan evaluasi.

“OC Hot Deals Bali dan Jakarta akan mulai bertugas pada Agustus – Desember 2018, sedangkan OC Hot Deals Kepri telah bertugas sejak April 2018, dengan pencapaian hingga 20 Juli 2018 sebesar 141.180 (EoY: 28.4%) wisman dari seluruh fokus pasar,” terangnya lagi.

Disampaikannya juga, faktor aksesibilitas pada Paket Hot Deals Kepri menggunakan moda transportasi Ferry, sementara paket Hot Deals Bali dan Jakarta dengan target masing-masing 1 juta harus dilengkapi dengan faktor Aksesibilitas yaitu airlines. “Paket Hot Deals dipromosikan melalui sales meeting, consumer selling, penjualan tiket pada counter-counter di pelabuhan, dan promosi pada media cetak, elektronik, dan online,” tambah mantan Kadis Pariwisata Kepri ini.

Program ketiga, Competing Destination Model (CDM). Program ini, ucap Guntur, sebagai customer acquisition atau mengakuisisi pelanggan dengan metode yang dilakukan penyedia platform data driven marketing dalam mengarahkan calon wisatawan mancanegara yang sudah memiliki tujuan wisata ke destinasi tertentu.

“Dengan CDM memungkinkan untuk mengambil data trevellers dari berbagai sumber online, profiling dan segmentasi data travellers, dan menargetkan travellers dengan kampanye iklan yang customized dan targeted. CDM melakukan targeted ads campaign di sepanjang customer journey (inspiration, searching, planning, booking and paying / LBP) secara terintegrasi (end-to-end) dengan menerapkan data-driven marketing.
“Saat ini Kemenpar akan bekerjasama dengan penyedia metode CDM dalam pencapaian target tambahan kunjungan wisman diperkirakan mencapai 1 juta wisman,” pungkasnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed