Baca juga :  Ada Package Wedding Anak Rantau di Hotel Golden View Batam

Shalat tTarawih dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti dan tidak melakukan shalat tarawih di rumah ibadah maupun tarawih keliling atau safari Ramadhan.

“Buka puasa bersama baik yang diadakan oleh pemeritah, swasta, ormas di Masjid, Musholla maupun kelompok-kelompok masyarakat ditiadakan,” ujar Rudi.

Selanjutnya, tausyiah Ramadhan yang mengumpulkan dan melibatkan jamaah di Masjid maupun Musholla ditiadakan, sedangkan tadarus AlQur’an dilakukan di rumah masing-masing.

Peringatan Nuzulul Quran yang bersifat menghadirkan orang banyak baik dilembaga pemerintah, swasta, Ormas, Masjid, Musholla maupun kelompok kelompok masyarakat tertentu ditiadakan.

Baca juga :  Wapres Minta Biaya Kontainer Batam Harus Lebih Murah dari Tanjungpriok

Tidak melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir ramadhan baik di Masjid maupun Musholla. Tidak melakukan takbir keliling pada malam Idul Fitri, cukup melakukan takbiran didalam Masjid oleh satu atau beberapa orang dengan menjaga jarak.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid atau di lapangan yang pada umumnya menghadirkan orang banyak, agar ditiadakan.

“Silaturahmi atau halal bi halal yang bersifat mengumpulkan masyarakat umum agar ditiadakan dan dapat diganti dengan menggunakan video call dan melalui sosial media lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, setiap ummat Islam tetap membayar zakat fitrah dan zakat mal, sedangkan petugas pengumpul dan pendistribusian tetap melakukan tugasnya sesuai ketentuan Menteri Agama RI dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan memperhatikan keamanan dan kewaspadaan memperlakukan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak minimal 1,5 meter, tdak bersalaman, tidak bersentuhan, dan memakai masker.

Baca juga :  Malaysia dan Singapura Ramaikan Festival Barongsai Karimun

Terkait pembatasan tersebut diatas, pimpinan OPD Pemerintah Kota Batam, Camat dan Lurah Se-Kota Batam agar melakukan pengawasan secara ketat termasuk aktivitas pasar Ramadhan dan pusat perbelanjaan, seperti mal, supermarket, rumah toko dan sejenisnya. Cafe, restoran, rumah makan, tempat hiburan serta kegiatan berkumpul sore (ngabuburit) menjelang berbuka puasa yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Setiap warga masyarakat dapat saling mengingatkan dengan sesama anggota keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar serta memberikan informasi kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terhadap masyarakat yang menunjukkan gejala-gejala terpapar Covi-19,” pungkasnya.(r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed