by

Walikota Batam Kembali Keluarkan Surat Edaran Larangan Kegiatan Keramaian

Walikota Batam kembali mengeluarkan Surat Edaran larangan melakukan kegiatan keramaian dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Surat Edaran Walikota Batam itu nomor 22 tahun 2021.

Surat edaran itu berlaku mulai 24 Mei 2021 hingga 23 Juni 2021. Dalam pelaksanaannya akan dilakukan evaluasi dengan melihat perkembangan kondisi covid-19.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Lembaga Pemerintah/Swasta, Pelaku/Pengelola Tempat Usaha, Pengurus Rumah Ibadah, Penyedia Jasa Event/Wedding Organizer, Camat dan Lurah Se-Kota Batam, RT/RW se-Kota Batam dan Seluruh Masyarakat Kota Batam.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, hal itu guna mempertimbangkan untuk keselamatan bersama masyarakat diimbau untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian.

Baca juga :  Karimun Siapkan Kota Baru di Daerah Terdepan

“Seperti pesta resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah, hiburan pasar malam, konser musik, seminar, bimtek, pelatihan dan sejenisnya,” kata Rudi, Sabtu (22/5/2021) seperti dilansir media online di Batam.

Kemudian kata Rudi, seperti kegiatan akad nikah yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan dihadiri maksimal hanya 10 orang.

Sedangkan untuk yang dilaksanakan di rumah ibadah maksimum hanya 30 orang dan dengan menjalankan protokol kesehatan.

Jam operasional untuk pusat perbelanjaan/restoran, rumah makan, kedai kopi, kafe dan bar juga dibatasi, yakni sampai pukul 21.00 WIB.

Para pelaku usaha juga wajib menjalankan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan disinfektan, thermogan, memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

Baca juga :  Kenali Fintech Ilegal

“Mengatur tempat duduk pengunjung dan membatasi pengunjung maksimal 50 persen,” tuturnya.

Disampailannya, kegiatan restoran atau rumah makan agar mengutamakan layanan pesan antar secara daring atau dibawa pulang sesuai jam operasional yang telah ditetapkan. Jika menyediakan makan ditempat maksimal 50 persen dari kapasitas meja dan kursi.

“Untuk di rumah ibadah juga wajib melaksanakan protokol kesehatan. Menjaga jarak, mengukur suhu tubuh, membawa sajadah dan wudhu dari rumah dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara, untuk kegiatan belajar mengajar lanjutnya, dilaksanakan secara daring dan luring. Untuk perguruan tinggi dibuka secara bertahap dengan percontohan yang ditetapkan dengan Perda atau Perkada dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga :  Putus Rantai Penyelundupan, BNN dan BP Batam Tingkatkan Pengawasan

Untuk sektor kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, kontruksi, industri strategis.

Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu kebutuhan sehari-hari yang berkaitan kebutuhan masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen.

“Dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” katanya.

“Bagi masyarakat yang rentan dan beresiko tinggi terhadap Covid-19 seperti ibu hamil, menyusui dan lansia dianjurkan untuk menghindari keramaian dan tidak ke luar rumah atau stay at home,” pungkasnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed