Baca juga :  Pacific Palace Hotel Batam Luncurkan Sosialita Afternoon Tea

Biaya yang semestinya bisa ditekan, bahkan ditiadakan, antara lain pemeriksaan barang di Singapura. Padahal semestinya bisa dilakukan di Batam saja.

Di tempat yang sama, Kepala BP Kawasan Batam, Edy Putra Irawady mengatakan pihaknya telah bekerja untuk melakukan efesiensi.

“Kami turunkan dari 400 dolar AS menjadi 250 dolar AS per box. Artinya permintaan Pak Wapres, sudah kita lalukan,” kata dia.

Baca juga :  Garuda Indonesia Telah Buka 11 Rute Domestik Baru

Ia mengakui, biaya logistik di Pelabuhan Batuampar sebelumnya memang relatif lebih tinggi, karena semua barang harus dikirim kembali ke Singapura.

Efesiensi waktu yang berujung dengan mahalnya biaya juga harus dialami kapal yang bongkar muat di Batam. Ia menjelaskan, barang yang mau dikirim harus menginap setidaknya 2 hari di pelabuhan.

Kontainer yang ingin dikirim harus dikirim dulu ke Singapura untuk diberi sertifikat, kemudian dikirim ke Batam lagi, untuk diisi barang, baru kemudian ke luar menuju tempat tujuan.

Baca juga :  Kepala BP Batam Terima Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan I

“Barang 3 kali bolak-balik, ini bikin mahal,” kata dia.

Keterbatasan “crane” juga menjadi kendala. Pelabuhan Batuampar masih menggunakan “crane” dengan kapasitas kecil, sehingga pengerjaan bongkar muat menjadi lama.

“Sekarang dalam 1 jam, 5 box kargo. Kalau pakai ‘crane harbour mobile crane’, dalam 1 jam bisa 45 box kargo, sehingga kapal tak perlu nginap,” kata dia.*

(sumber: antarakepri.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed